Jumat, 26 Oktober 2012

MUTIARA INDAH

"Ada seorang tua yang sangat beruntung. Dia menemukan sebutir mutiara yang besar & sangat indah, namun kebahagiaannya segera berganti menjadi kekecewaan begitu dia mengetahui ada sebuah titik noda hitam kecil di atas mutiara tersebut.

Hatinya terus bergumam, kalaulah tidak ada titik noda hitam, mutiara ini akan jadi yang tercantik & tersempurna di dunia ! Semakin dia pikirkan semakin kecewa hatinya. Akhirnya, dia memutuskan untuk menghilangkan titik noda dengan menguliti lapisan permukaan mutiara.

Tetapi setelah dia menguliti lapisan pertama, noda tersebut masih ada. Dia pun segera menguliti lapisan kedua dengan keyakinan titik noda itu akan hilang. Tetapi kenyataannya noda tersebut tetap ada. Lalu dengan tidak sabaran, dia mengkuliti selapis demi selapis, sampai lapisan terakhir. Benar juga noda tersebut telah hilang tetapi mutiara tersebut juga ikut hilang !
Begitulah dengan kehidupan nyata, kita selalu suka mempermasalahkan hal kecil, yang tidak penting sehingga merusak usaha besar.
Persahabatan yang indah puluhan tahun berubah menjadi permusuhan hebat hanya karena sepatah kata ketus yang tidak disengaja !
Keluarga yang rukun harmonis jadi hancur hanya karena berita iseng tetangga !
Pekerjaan yang baik, dengan jabatan yang tinggi & gaji bagus raib dari tangan karena dipecat gara 2x tiap hari sibuk mengurusi Hp !
Yang remeh dipentingkan, yang penting diremehkan. 100 kebaikan tidak dilihat, setitik kekurangan diingat semur hidup.
Indah & besarnya mutiara diabaikan, setitik noda kecil terus dipermasalahkan !

KUPU-KUPU

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul dari kepompong. Orang itu duduk dan mengamati selama beberapa jam bagaimana si kupu-kupu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi.
Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Ternyata, Kupu-kupu itu mempunyai tubuh yang gembung dan kecil, dan sayapnya mengkerut.
Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yg mungkin akan berkembang dalam waktu. Ternyata Semuanya tak pernah terjadi. kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.
Kebaikan dan ketergesaan orang tersebut merupakan akibat dari ketidak mengertiannya bahwa kepompong yg menghambat, dan perjuangan yg dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu berpindah ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga sayapnya menjadi kuat, dan siap terbang begitu memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Kadang-kadang pejuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yg semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.
Saya memohon Kekuatan .....
Dan Tuhan memberi saya Kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat
Saya memohon Kebijakan ...
Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.
Saya memohon Kemakmuran ....
Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.
Saya memohon Keteguhan hati ...
Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.
Saya memohon Cinta dan Kasih sayang....
 Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk ditolong.
Saya memohon Kemurahan/kebaikan hati....
Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan dan tantangan untuk diatasi.
Saya tidak memperoleh yg saya inginkan.......
Tetapi ...
Saya mendapatkan segala yang saya butuhkan.

Sabtu, 20 Oktober 2012

MUTIARA TERPENDAM

Siapa menyangka, seorang wanita asal desa terpencil bisa menjadi tenar dan membanggakan Indonesia. Itulah yang terlihat dari sosok Maria Kristin yDesa tempat kelahiran Maria jauh dari keramaian kota.ang lahir di Senori, Kabupaten Tuban.Jarak yang harus ditempuh untuk sampai ke desa asal Maria dari Tuban kurang lebih 50 - 60 km. Itupun harus dilakui dengan jalan berliku dan sempit. Rumah Maria mempunyai 2 lantai dan terletak ditepian jalan poros kecamatan (Parengan-Senori).Orang yang singgah kerumahnya akan menggelengkan kepala.Betapa tidak, dari desa terpencil itulah muncul atlet bulutangkis berkelas dunia.Maria hidup dilingkungan keDengan mengandalkan gaji PNS inilah Yuli (ayah Maria) sekuat tenaga membesarkan Maria bersama Herbiyati (ibunda Maria).luarga Pegawai Negeri Sipil (PNS).Saat maria dikandung Yuli yang ditempatkan sebagai Penyuluh Pertanian Lapangan diwilayahnya, ingin Maria menjadi pebulutangkis.Itu disebabkan Yuli sangat gemar dengan olahraga Bulutangkis.Sehingga sangat wajar kalau Yuli mempunyai persatuan bulutangkis (PB) Kumala yang dilatih sendiri di Desa Singgahan.Sehingg sangat wajar kalau Yuli mempunyai persatuan bulutangkis (PB) Kumala yang dilatih sendiri di Desa Singgahan.Walaupun perempuan, Yuli ingin maria nanti menjadi wanita yang tangguh dan mandiri. Dengan peralatan seadanya, Yuli dengan sabar melatih dan mengenalkan bulutangkis kepada Maria.Dengan cara mengajak maria ke tempat latihan diLapangan gedung KUD Sembung, Yuli mengajak maria tanpa ada kata mengeluh. Dan akhirnya Maria lambat laun cinta kepada olah raga bulutangkis.Kerja keras pasangan Yuli dan Herbiyati untuk menjadikan Maria sebagai pebulutangkis hebat mulai kelihatan. Tepatnya saat kelas 3 di SD Rayung, Maria berhasil menyabet juara 1 olahraga bulutangkis perorangan putri diPorseni se-Tuban.Melihat potensi Maria mulai kelihatan, Yuli dengan segenap kemampuannya berspekulasi menyekolahkan Maria ke Jember. Melihat potensi Maria mulai kelihatan, Yuli dengan segenap kemampuannya berspekulasi menyekolahkan Maria ke Jember. Hingga lulus SD, Maria tinggal di Jember dan melanjutkan SMP ditempat itu juga.Namun, menjelang kelas 2 SMP, Yuli kembali memindahkan maria ke SMP di Kudus. Disana, Yuli mendaftarkan Maria ke sekolah bulutangkis PB Djarum.Ternyata di PB Djarum, prestasi Maria makin terasah dan mengkilap. Lambat laun, usia Maria bertambah matang dan ia dilirik oleh Pelatnas Cipayung. Pelirikan tersebut saat Maria masuk Final disalah satu event resmi yang digelar secara nasional.Pasca final tersebut, Maria langsung direkrut masuk Pelatnas dan melanjutkan sekolah di SMA Raguna.

Jumat, 08 Juni 2012

PETISI MANTAN ATLET LINTAS GENERASI


Dunia perbulutangkisan Indonesia saat ini tengah menangis. Tak hanya gagal merebut piala Thomas dan Uber, Indonesia juga menorehkan prestasi terburuk dengan gagal di perempat final. Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Taufik Hidayat risau dalam ketidakkompakkan dalam bulu tangkis Indonesia saat ini. ia menyatakan nasionalisme pebulu tangkis sekarang kurang. Mereka mengatakan siap ketika akan bertanding untuk negara. Kesiapan pemain sebenarnya bergantung pada saat pembibitan.

Menurut Kasubbid Psikologi PBSI Lilik Sudarwati, mental juara atlet pada saat pembibitan penting sekali untuk menciptakan karakter juara. Pembibitan saat ini pun masih bergantung pada klub-klub besar yang ada di Jawa. Keterbatasan akan fasilitas dan infrastruktur dijadikan alasan oleh PBSI.

Kegagalan tim Thomas dan tim Uber Indonesia beberapa waktu lalu membuat luka tersendiri bagi para mantan atlet bulu tangkis Indonesia. Karena itu, tergabung dalam Mantan Atlet Bulutangkis Nasional Lintas Generasi mereka menyampaiakan sebuah petisi kepada PB PBSI, Senin 28 Mei 2012. Liem Swie King, Rudy Hartono, dan Taufik Hidayat memimpin rekan-rekannya untuk menyatakan kekecewaan mereka atas prestasi Indonesia yang tak kunjung membaik.

Hal yang mereka soroti diantaranya mengenai kekompakan pemain, pemilihan pelatih asing, sampai penyalahgunaan wewenang di PBSI. Rudy Hartono mengatakan bahwa pertemuan ini bukan sebuah gerakan untuk mengambil alih PBSI, tetapi sebagai sebuah pengingat dan dorongan agar PBSI mau memperbaiki diri. Apalagi kegagalan bulutangkis Indonesia di kompetisi bergengsi bukan hanya satu kali ini saja. 

Inilah Tujuh Petisi Mantan Atlet Bulutangkis Nasional Lintas Generasi:
1.       Menuntut PB PBSI beranggung jawab dan melakukan eveluasi.
2.       Memperbaiki tumpang tindih (overlapping) kewenangan di tubuh PB PBSI.
3.       Fokus mempersiapkan atlet untuk Olimpiade London dengan sebaik-baiknya.
4.       Meninjau ulang keberadaan pelatih asing di Pelatnas.
5.       Menghimbau PBSI Provinsi untuk segera menyiapkan figur ketua umum PB PBSI yang kreatif.
6.       Menghimbau Dewan Pengawas lebih aktif mengkritisi PBSI Pusat dan PBSI Daerah.
7.       Menghimbau Bapak Presiden, Pemerintah, dan Komisi X DPR untuk lebih memperhatikan bulutangkis.

Semoga petisi ini bisa dijalankan dengan baik, dan dapat membawa Bulu Tangkis INDONESIA kea rah yang lebih membanggakan.

SEJARAH TERBURUK INDONESIA DALAM BULUTANGKIS


Indonesia mencatat sejarah terburuk dalam penampilannya di piala Thomas. Untuk pertama kalinya dalam sejarah sejak Thomas Cup digelar pertama kali pada 1948, Indonesia yang pernah 13 kali juara dan 5 kali runner-up harus pulang lebih awal. Dengan koleksi gelar itu, Indonesia masih unggul lima kali dari tuan rumah China yang baru mengoleksi delapan gelar saja. Prestasi terburuk tim Thomas sebelumnya ialah tersinggir empat kali sebagai semifinalis pada 1990, 2004, 2006, dan 2008.

Tim Jepang lah yang menyingkirkan Simon Santoso dkk dengan skor 2-3. Dionysius Hayom Rumbaka yang turun sebagai pemain terakhir gagal mempersembahkan poin setelah tunduk 14-21, 19-21 kepada Takuma Ueda dalam waktu 52 menit. Hayom pun meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, karena ia tidak dapat meloloskan Indonesia ke semifinal. Manajer Tim Thomas-Uber Indonesia M. Feriansyah juga meminta maaf atas kelalahan Indonesia kali ini.

Mantan juara dunia tunggal putra Joko Suprianto menegaskan, kegagalan Indonesia di pentas Thomas-Uber Cup 2012 sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PB PBSI). Pemain tidak bisa disalahkan karena mereka merupakan produk dari sebuah kepengurusan. Joko mengungkapkan salah satu kesalahan PB PBSI ialah membiarkan banyaknya pemain titipan. Padalah kualitas para pemain titipan tersebut meragukan. Hal-hal seperti itu harus dipangkas. PBSI harus objektif dalam membina pemain. Pemerintah juga diharapkan membantu dengan membuat training camp di berbagai daerah dan memiliki fasilitas yang layak.

Kalau Joko menuding PBSI yang bertanggung jawab, Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso justru menilai para pemain kurang agresif. Terkait dengan hasil yang mengecewakan itu, Djoko menegaskan akan mengeveluasi permainan tim secara keseluruhan. Berbeda dengan mantan atlet ganda putra Sigit Buadiarto, ia tidak ingin menyalahkan siapa-siapa kendati menyoroti lambatnya regenerasi dan kurangnya persiapan pemain sebagai faktor kekalahan.

Sejarah buruk bulu tangkis kali ini menjadi penegas bahwa kita memang tengah dibelit krisis, yakni krisis kepemimpinan dan regenerasi. Celakanya, para pemangku kepentingan bulu tangkis, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga, seperti tidak mengetahui, atau pura-pura tidak tahu, keadaan krisis  tersebut.
Mereka bekerja seperti biasa, seolah-olah tidak sedang terjadi apa-apa di bulu tangkis kita. Regenerasi pemain tidak dipersiapkan secara serius, bahkan kompetisi di berbagai daerah berlangsung tanpa greget. Alih-alih mengevaluasi mengapa kekalahan terburuk itu bisa terjadi, pucuk pimpinan bulu tangkis malah menyahkan pemain dengan menyebut mereka bertanding kurang motivasi.