Senin, 10 Desember 2012

[Tips] Memahami Kecepatan Shuttlecock



Pertama, apa itu kecepatan? Dalam bulutangkis, "kecepatan" merujuk pada seberapa jauh sebuah shuttlecock bisa meluncur bila dipukul dengan daya tertentu. "Lebih jauh" dianggap "lebih cepat". Berhubungan dengan perbedaan dari tahanan udara pada ketinggian, kelembaban dan temperature tertentu, shuttlecock yang sama mempunyai kecepatan yang berbeda di tempat yang berbeda. Shuttlecock yang bagus digunakan di Beijing dapat saja tidak bagus bila digunakan di Jakarta. Atau shuttlecock yang bagus digunakan di Jakarta dapat saja tidak bagus bila digunakan di Bandung. Itu adalah karena perbedaan temperature, kelembaban, ketinggian dan tekanan udara di kedua tempat tersebut.

Karena perbedaan berat dan bergagai factor lainnya, shuttlecock mempunyai berbagai kecepatan. Wasit bertanggungjawab untuk mencoba shuttlecock setiap hari dan menentukan kecepatan seperti apa yang akan digunakan saat itu. Sepanjang putaran kompetisi, kita dapat meminta penggantian kecepatan shuttlecock karena kondisi seperti panas dan kelembaban, misalnya telah berubah. Hal ini sering menimbulkan perselisihan karena shuttlecock yang lebih lambat bisa menguntungkan seorang pemain sementara yang lebih cepat akan menguntungkan pemain yang lain.

Di turnamen IBF, kebanyakan Wasit Utama akan mencoba sampai 3 kecepatan (speed) shuttlecock yang berbeda untuk memastikan bahwa kecepatan tertentu adalah cocok untuk situasi tempat dan pada waktu tertentu.

Jadi, kecepatan atau lambanan shuttlecock sering tidak tidak menunjukkan kualitas shuttlecock. Tentu, komsumen berhak untuk memilih.

Table di bawah adalah 3 system umum yang dipakai sekarang ini:

International - metric wt. - grain - speed

1. 48 - 75 - lambat, digunakan di daerah tinggi (pegunungan)
2. 49 - 76 - medium lambat, digunakan di daerah yang lebih hangat
3. 50 - 77 - medium, digunakan di daerah pesisir
4. 51 - 78 - medium cepat, daerah dingin
5. 52 - 79 - cepat, daerah dingin, di bawah permukaan laut (eg: Belanda)

Dari daftar tersebut, dapat dilihat bahwa secara tradisional shuttlecock dibagi dalam kategori 48, 49, 50, 51, 52. Pengkategorian ini didasarkan pada berat shuttlecock. 48 berarti beratnya 4.8g, 50 berarti 5.0g, dan seterusnya. Kita menemukan bahwa shuttlecock yang menggunakan kategori ini sering tidak akurat dan sulit untuk untuk dikelompokkan. Jadi, digunakan cara lain yaitu dengan menggunakan kecepatan baku

shuttlecock. Kemudian digunakanlah kecepatan (Speed) 75, 76, 77, 78, 79, 80 sebagai gantinya. Artinya, bila dipukul dengan kekuatan yang sama shuttlecock speed 76 akan berada 30 cm lebih jauh dari shuttlecock speed 75. Begitu seterusnya untuk ukuran lainnya.

Akan tetapi, kecepatan shuttlecock akan berbeda di berbagai lokasi di dunia.. Karena itulah, di Cina, shuttlecock dengan Speed 76 digunakan pada musim panas dan Speed 77 pada musim gugur. Shuttlecock dengan speed 77. Shuttles dengan speed 75 cocok di Thailand; sedangkan speed 76 dan 77 cocok digunakan di Indonesia, Singapore, Hong Kong dan Malaysia; speed 77 dan 78 di Amerika Serikat; speed 78 dan 79 cocok di Finlandia, Canada, Korea and Jepang. Sedangkan speed 79 dan 80 di Australia pada musim gugur. Speed 73 dan 74 hanya digunakan di daerah tinggi seperti Provinsi Yunnan di Cina dan Colorado Springs di Amerika Serikat atau di daerah temperature tinggi seperti Johannesburg di Africa Selatan.

Shuttlecock juga memiliki kecepatan rotasi yang penting untuk stabilitasnya. Untuk stabilitas shuttlecock pada kecepatan lebih dari Mach 0,65 (0,65 x kecepatan suara), bulu bagian paling atas melengkung dari rata-rata posisi 11,8 derajat ke 20derajat atau lebih dari permukaan tubuhnya.

Ketika shuttlecock meluncur, dua daya mempengaruhi gerakannya: grafitasi bumi yang menariknya ke bawah dan tahanan udara yang mendorongnya meluncur ke atas. Percepatan dari grafitasi adalah konstan (tetap). Percepatan pada tahanan udara meningkat ketika shuttlecock meluncur membelah udara. Bila di buat rumusnya maka seperti ini:

a = g - (f(v)

a = percepatan
g = grafitasi
f(v) tergantung pada temperatur, kelembaban, ketinggian dari permukaan laut dan tekanan udara.


Source : http://www.bulutangkisindonesia.blogspot.com/

[Tips] Tekhnik Dasar Bermain Bulutangkis


Alat dan Lapangan

• Lapangan untuk pertandingan Tunggal umumnya berukuran 44 kaki (panjang) dan 17 kaki (lebar)
• Lapangan untuk pertandingan Ganda umumnya berukuran 44 kaki (panjang) dan 20 kaki (lebar)
• Tinggi net biasanya 5 kaki.
• Shuttlecocks alias birdies biasanya terbuat dari bulu angsa atau juga plastik.
• Raket adalah alat pukul birdies yang terbuat dari bahan ringan seperti, kayu, plastik, titanium, dan metal.


Objek Permainan

Inti dari permainan ini adalah untuk memukul Shuttlecocks ke belakang atau depan melewati net/jaring agar dapat menyentuh bidang yang di miliki oleh lawan.

Peraturan dan Batasan

• Pemain tidak boleh menyentuh jaring dengan raket.
• Pemain tidak boleh melewati jaring saat memukul birdies.
• Gagal melakukan serve di istilahkan dengan side out.
• Beberapa tipe pukulan yaitu lob, drop shot, smash dan drive.
• Point yang dicapai dalam permainan yaitu 21.
• Lamanya set pertandingan yaitu 2 atau 3 kali.
• Bila sebuah Shuttlecocks terbentur dan melewati jaring atau net saat pertandingan berlangsung, maka permainan akan tetap dilanjutkan.


Pukulan

• Biasanya lemparan koin di pakai sebagai penentu siapa yang akan melakukan serve terlebih dahulu.
• Serve pertama harus melintasi jaring.
• Serve pertama yang mengenai jaring dan jatuh di lapangan lawan diperbolehkan.
• Sang pemberi service dan sang penerima service harus berdiri di dalam area service masing-masing sampai service telah dilakukan.
• Pukulan yang mengenai garis batas lapangan dianggap sah.

Source : WESTLAKE HIGH SCHOOL PHYSICAL EDUCATION

[Tips] Menghingari Kekuatan Lawan



Seorang Mushashi, biasanya bergerak mengikuti irama pedang musuhnya. Kemana pun, hingga lawan lengah dan kelelahan. Kemudian ia mencuri kelelahan lawan dengan tenaga yang masih terjaga.

Demikian pula yang di hadapi oleh seorang pebulutangkis. Energi dan stamina, merupakan sebuah modal yang tidak bisa diabaikan. Namun bisa dijaga dan dipersiapkan. Tenaga dahsyat seperti Lin Dan (Juara tiga kali All England), biasanya tidak dilawan dengan tenaga yang sama dahsyat oleh musuh. Tidak heran, menghadapi permainan Juara All England 2007 ini harus dengan taktik jitu. Perhatikan pula, mengapa musuh Lin Dan berkali-kali berputar ke lapangan menjelang servis. Atau menyeka keringat, minta ganti raket, mengganti shuttlecock, bahkan meminta lapangan dipel lantaran keringat.

Sebenarnya itu hanya taktik memancing emosi Lin Dan. Pemain bertipe temperamental biasanya memiliki skill bagus dan mental juara yang luar biasa. Ia hanya bisa dimentahkan dengan memprovokasi mental. Lawan yang skill-nya bagus, lebih kerap tidak sabar untuk meraih kemenangan. Ia akan goyah ketika dipancing amarahnya. Begitu amarah muncul, maka unbalance-lah yang muncul dari dirinya.

Biasanya, siapa memimpin siapa, itu terjadi dalam pertandingan sela. Kemampuan memancing lawan, sering ditunjukkan pada permainan eranya Ardi BW. Kemampuanya sih tidak terlalu hebat, tapi mental juaranya luar biasa. Ketika kemenangan diambang mata, maka ia mainkan provokasi itu.

Kalau seorang pemain mengambil inisiatif untuk psy-war seperti itu, pelatih tidak perlu memberikan wejangan teknis berlebihan. Karena ini wilayah nonteknis, jadi ya kita amati secara nonteknis saja. Jika kondisi pada set pertama tidak bisa dikejar, saya lebih suka membebaskan pemain untuk berpikir jernih. Kalau perlu lepas saja, untuk modal set berikutnya. Dalam pertarungan yang ketat, ketenangan mengambil peranan besar. Bukan arahan teknis pelatih ataupun teror penonton.

Seorang pemain dengan teknis yang tidak luar biasa, tapi memiliki mental juara melebihi kapasitas, merupakan spesifikasi lain. Saya contohkan Ardi BW pada masanya. Di atas kertas, ia pasti kalah dengan pemain dari China. Tapi karena keuletannya, semua prediksi dimentahkan, Ardi keluar sebagai juara.

Satu hal yang perlu dicermati, irama permainan lawan harus dihentikan. Ini kalau kita tidak ingin menjadi bulan-bulanan. Belum lagi masalah teror pemain. Kita sering memiliki pengalaman luar biasa dalam kapasitas kita sebagai penonton. Apalagi jika yang kita hadapi adalah pemain Malaysia. Waktu dulu, seolah-olah kalah dengan negara lain diperbolehkan, namun jangan dengan Malaysia. Untuk ancaman pada saat sekarang ini datang dari berbagai macam negara. Cina yang terdepan untuk saat ini dengan kualitas para pemainnya di semua sektor dan juga memiliki pendukung yang fanatik.

Untuk menyambung sebuah generasi yang pernah berlaga dahsyat, krisis pemain di negara kita perlu diupayakan pembenahannya. Selama raket masih terayun, dan bola masih melayang, saya berkeyakinan, bulutangkis Indonesia masih memiliki cerita dan harapan besar di masa depan.

Sumber: Planet Badminton

[Tips] Pukulan Netting



Adalah pukulan yang dilakukan dekat net, diarahkan sedekat mungkin ke net, dipukul dengan sentuhan tenaga halus sekali. Pukulan netting yang baik yakni apabila bolanya dipukul halus dan melintir tipis dekat sekali dengan net.

Karakteristik teknik dasar ini adalah kok senantiasa jatuh bergulir sedekat mungkin dengan jaring/net di daerah lapangan lawan. Koordinasi gerak kaki, lengan, keseimbangan tubuh, posisi raket dan kok saat perkenaan, serta daya konsentrasi adalah faktor-faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan pukulan ini.

Pegang raket dengan jari-jari tangan (ruas jari tangan), pergelangan tangan tetap rileks, posisi kepala (daun) raket sejajar dengan Iantai pada saat perkenaan raket dan kok yang harus diperhatikan selama proses pukulan jaring berlangsung. Di samping itu sikap dan posisi kaki tumpu harus tetap kokoh menapak di Iantai, dengan lutut kanan dibengkokkan, sehingga tidak terjadi gerakan tambahan yang dapat mempengaruhi keseimbangan tubuh.

Hal yang perlu diperhatikan :
1.Pegangan raket forehand untuk forehand net dan backhand untuk backhand samping net.
2.Siku agak bengkok dan pergelangan ditekuk sedkit ke belakang.
3.Pada saat memukul, kaki kanan berada di depan dan bola dipukul pada posisi setinggi mungkin.
4.Sesaat sebelum perkenaan bola, buat tarikan kecil dan pergelangan tangan. Pukul bola pada bagian lengkung kanan dan kiri sampai pada bagian bawah bola. Akhir kepala raket menghadap atau sejajar dengan langit-langit.

Cara Latihan :
1.Berdiri kira-kira dua langkah dari jaring sambil memegang raket.
2.Penyaji melemparkan kok berturut-turut ke daerah jaring dan Anda berusaha memukul kok itu.
3.Lakukan latihan ini di sisi kanan dan kiri secara bergantian.
4.Tingkatkan faktor intensitas dan kesulitan latihan dengan cara sambil bergerak.
5.Arah dan sasaran pukulan dapat berbentuk lurus, silang atau dengan cara mendorong kok itu ke berbagai arah.

(Sumber: "PEDOMAN PRAKTIS BERMAIN BULUTANGKIS", Oleh: PB PBSI)

- Cr: http://pbdjarum.org/tips/view/122/2/pukulan-netting -

[Tips] Melakukan smash



Beberapa Tips saat melakukan Smash :
1. Jangan gunakan tenaga yang banyak dulu, konsentrasikan dulu pemakaian tenaga pergelangan tangan.
2. Percepat gerakan memukul kok dengan memakai tenaga dari pergelangan tangan.
3. Pembangkitan tenaga saat melakukan smash harus cepat/seketika dan fokuskan perpindahan tenaga dari kepala raket ke kok.
4. Jangan pergunakan tenaga yang banyak sebelum tekniknya benar.

Beberapa tips untuk melakukan smash yang kuat (powerful smash):
1. Kontak poin harus tinggi dan juga berada di depan badan si pemain.
2. Pada saat memukul kok, pergelangan tangan memukul dengan cepat kearah bawah dan ke arah dalam, kepala raket mengenai kok langsung pada posisi tegak lurus terhadap kok.
3. Saat memukul kok, kita harus mempercepat pergelangan tangan dan pemakaian tenaga mesti fokus, jari-jari memegang grip dengan cukup ketat untuk menambah "ledakan" dan mempercepat laju kepala raket.

Posisi pegangan raket (grip) saat men-smash:
1. Pegangan (grip) mesti relax dulu sebab dengan begitu kita baru bisa memakai tenaga pergelangan tangan secara keras kebawah,
2. Pakailah pegangan grip yang sesuai dengan style masing-masing pemain,
3. Jangan pegang ujung raket terlalu keras sebab saat smash gerakan akan menjadi kaku.
4. Kesimpulannya, sebelum smash pegangan grip mesti relax, per-erat jari-jari tangan hanya pada saat pemukulan kok saja.